Rabu, 31 Mei 2017

PHP Framework dan Konsep MVC

 
mvc php framework
Beberapa bulan belakangan ini ane lagi kepoin teknologi web terbaru yaitu PHP Framework, ya php framework ini memang lagi booming di kalangan web developer karena dengan adanya framework  ini pekerjaan mereka lebih cepat dari biasnya. Membuat web memang tidak mudah. Ada banyak source yang terkait didalamnya, Seiring berjalannya perkembangan teknologi web untuk memperlancar hambatan itu semua maka munculah PHP Frmework.
php framework
Namun apa itu PHP Framework ?

Bisa dilihat dari namanya. Framework dapat diartikan sebagai sebuah kerangka kerja. Kerangka kerja dimana dapat memudahkan pekerjaan kita. Jika dikaitkan dengan PHP maka dapat diartikan sebagai suatu kerangka kerja yang telah terpola dan memudahkan pengembang web dalam pembuatan web yang menggunakan script PHP. Mempermudah yang dimaksud misalnya, Dalam membuat sebuah aplikasi web kita sering menulis script PHP secara keseluruhan (konvensional) dan itu pun kita ulang pada halaman yang lain. Bukankah itu begitu tidak efesien disamping berat ketika diload ? Dengan PHP Framework semua bisa teratasi. Semuanya sudah diatur menjadi pola-pola tertentu yang disebut dengan class. Pola/class inilah yang meringankan kita dalam penulisan script dan load halaman web.
PHP Framework berbeda jika dibandingkan dengan CMS (Content Management System), meski sama-sama meringankan dalam pembuatan web. Jika menggunakan CMS, kita tidak perlu pusing menulis script. Semuanya telah dibuat menjadi Fix dan kita hanya perlu mengatur bagian content dan interfacenya saja. Tidak demikian dengan Framework. Membangun sebuah aplikasi web dengan menggunakan framework, kita tetap harus menuliskan kode perintah PHP sesuai dengan ruang lingkungan yang disediakan oleh framework.
PHP Framework menggunakan metode pengembangan berbasis MVC. Namun apa itu MVC ? MVC merupakan suatu metode untuk memisahkan bagian-bagian dari suatu web aplikasi. MVC adalah kependekan dari Model View Controller. MVC terdiri dari tiga bagian yaitu;
konsep-MVC
1. Model : Model mewakili struktur data. Biasanya model berisi fungsi-fungsi yang membantu kita dalam pengelolaan database seperti memasukkan data ke database, update data dan lain-lain.
2. View : View adalah bagian yang mengatur tampilan ke user. Bisa di katakan berupa halaman web.
3. Controller : Controller merupakan bagian yang menjembatani model dan view. Controller berisi script-script php yang berfungsi untuk memproses suatu data dan mengirimkannya ke halaman web.
Disinilah letak perbedaan utama antara framework dengan CMS atau PHP konvensional. Dengan metode MVC, bagian tampilan, logika serta query database diletakkan secara terpisah namun tetap sinkron sehingga pembuatan aplikasi menjadi lebih terstruktur dan sederhana. Model digunakan dalam menuliskan script database, Controller untuk mengembangkan logika pemrogramannya, sedangkan View berfungsi dalam menampilkan layout dari aplikasi yang kita buat.
Kelebihan framework antara lain sebagai berikut :
1. Ringan dan cepat. Framework hanya melakukan pemanggilan pustaka/kelas yang dibutuhkan sehingga meminimalkan resource yang diperlukan sehingga ketika kita me-load sebuah halaman akan menjadi ringan dan cepat.
2. Menggunakan metode MVC. Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, dengan metode MVC akan mempermudah kita dalam memahami alur pemrograman karena untuk bagian tampilan, logika dan query database telah dipecah sedemikian rupa.
3. Mayoritas mendukung berbagai jenis database.
Sedangkan Kelemahan framework antara lain:
1.  Butuh spesifikasi server yang lebih banyak. Biasanya framework butuh PHP versi 5 ketas, modul spesifik di apache seperti mod_rewrite atau mod_pdo, bahkan ada framework yang mengharuskan diletakan di root direktori server. Sebagian lagi spesifik harus didevelop di Linux.
2. Banyak yang harus dipelajari. Banyaknya fitur framework sebanding dengan banyaknya hal yang harus anda pelajari. Yang pertama Object oriented pogramming, yang kedua MVC dan yang ketiga adalah library dari framework itu sendiri. Belum lagi anda harus paham konfigurasi dan konvensi yang harus di pakai di framework tersebut.
3. Ukuran total file code menjadi lebih besar. Ketika program sudah selesai, anda juga harus mengupload framework bersama aplikasi anda di Webhosting  Efeknya, space yang dipakai menjadi lebih besar. Efek lainnya, jika ada file framework yang korup atau hilang, maka akan membuat  aplikasi error.
4. Susah melacak Error.
Demikian penjelasan mengenai PHP Framework dan konsep MVC, semoga bisa membantu.
Share:

0 komentar:

Posting Komentar